18 5 / 2013

abuhanifah:

Apabila telah sampai waktu yang telah Allah tetapkan 
untuk hambaNya kembali sihat, Allah akan menyuruh Malaikat Pertama, 
Malaikat Kedua dan Malaikat Ketiga supaya memberi balik apa yang 
telah diambil oleh mereka. Akan tetapi Allah tidak menyuruh Malaikat Keempat 
memberi balik dosa hambaNya tersebut. Subhanallah, betapa Mulia 
dan Baiknya Allah terhadap kita. Janganlah bersangka buruk 
terhadap Allah ketika sakit, bersyukurlah dan ucaplah Alhamdulillah ke atasNya.
 Sesungguhnya setiap kesakitan itu adalah penghapus segala dosa.

abuhanifah:

Apabila telah sampai waktu yang telah Allah tetapkan 

untuk hambaNya kembali sihat, Allah akan menyuruh Malaikat Pertama, 

Malaikat Kedua dan Malaikat Ketiga supaya memberi balik apa yang 

telah diambil oleh mereka. Akan tetapi Allah tidak menyuruh Malaikat Keempat 

memberi balik dosa hambaNya tersebut. Subhanallah, betapa Mulia 

dan Baiknya Allah terhadap kita. Janganlah bersangka buruk 

terhadap Allah ketika sakit, bersyukurlah dan ucaplah Alhamdulillah ke atasNya.

 Sesungguhnya setiap kesakitan itu adalah penghapus segala dosa.

(via simple-soft-sweet)

17 5 / 2013

(via booklover)

16 5 / 2013

"Berdamailah dengan keputusan-keputusan Allah. Terimalah dengan senang hati dan janganlah bersedih karenanya. Karena apa yang buruk bagimu belum tentu tidak bagus untukmu, tetapi apa yang menurut kamu baik belum tentu baik bagi dirimu."

15 5 / 2013

(Source: vurtual, via forthesakeofallah)

14 5 / 2013

"Kadang apa yang kita tuliskan itu juga dirasakan orang lain, kalau hatinya nyambung"

@zahidhdr (via zahidhdr)

13 5 / 2013

:’)

:’)

(Source: neeku, via jannahaidz)

12 5 / 2013

"Jangan pusingkan dirimu dengan apa yg orang katakan tentangmu, jika kamu sudah tahu apa yg mereka katakan tidak benar #sabar"

@zahidhdr (via zahidhdr)

11 5 / 2013

11 5 / 2013

11 5 / 2013

(Source: gadisberjilbab, via ya-allah)

10 5 / 2013

(Source: soyasoyabeanbean, via rhmwt)

10 5 / 2013

kurniawangunadi:

bahwa menjaga diri adalah hal yang paling sering alfa dari setiap kesempatan

Beberapa waktu yang lalu , ada sebuah email dari negeri nun jauh disana , seorang sahabat lawas yang tinggal di belahan bumi yang berbeda. Sebuah email padat yang memaksa saya duduk berlama-lama didepan komputer dan membacanya seribu kali.

Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu , kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa tentram untuk membuka cerita kepadamu.

Aku hanya sekedar mengingatkan , bahwa berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan tentram dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu teman.

Bahwa aku mengenalmu sejak kecil adalah hal yang membuatku paham padamu. Kau sudah merusak masa depan dirimu dan banyak perempuan , bahwa mereka kemudian memiliki perasaan masa lalu yang bisa saja tumbuh ketika kamu sudah bersanding dengan orang lain.

Kau paham sesuatu ?

Aku katakan sekali lagi , jangan terlalu baik kepada banyak perempuan. Sikapmu itu seperti bom waktu , tinggal menunggu kapan meledaknya , jagalah dirimu lebih baik.

Kau tidak perlu terlalu dekat kepada mereka semua jika sekedar ingin menjadi laki-laki yang baik , bukan begitu ?


Aku kehabisan kata … . .

09 5 / 2013

"Hidup adalah perjalanan untuk membangun rumah untuk hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaa, ketidakpastian, dan keraguan. Akan penuh dengan perjuangan. Dan itu yang akan membuat sebuah rumah indah"

Dalam buku ‘Ibuk’, Iwan Setyawan

09 5 / 2013

08 5 / 2013

Melakukan perjalanan diantara kemacetan yang terjadi, akan terasa menyiksa apabila kita hadapi dengan hati sempit dan berkeluh kesah.

Senja itu, aku bertanya dalam hati.
Hai rumput hijau dan pepohonan rindang yang menemani trotoar jalan sepanjang hari,
apakah engkah tidak bosan dengan suasana seperti ini ? Keributan dan kekacauan yang hampir setiap hari akan engkau rasakan. Kau tahu ini akan engkau alami, tapi kenapa engkau masih saja berdiri di situ, dan masih bertahan.

Mungkin kalau aku menjadi dirimu, aku akan pergi dengan segera. Meninggalkan semua keresahan hati ini.

Sekarang aku paham, kenapa engkau masih disana.
Ya, karena engkau tetap disana dengan setia menghisap racun-racun duniawi. Meski yang engkau dapat hanyalah udara yang telah tercemar dan terkontaminasi oleh pahitnya kehidupan.

Kesetiaanmu yang telah membuat kami ini masih bertahan. Terimakasih ya Allah, telah memberikan kekuatan melalui rumput hijau dan pepohonan. Mereka bertasbih memuja-Mu dengan cara mereka sendiri.

Iri rasanya melihat mereka yang tetap menyebar kebaikan dan kebahagiaan meski dirinya di ambang kesulitan. Semata-mata hanya untuk mengharapkan ridho Allah.

Baiklah, Aku akan mencoba untuk menjadi dirimu, yang tetap tegar dan kuat walau kekacauan dan keresahan datang silih berganti.

(nwr)

Tags:

Permalink